Tampilkan postingan dengan label 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 11. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2024

Aqidah 11.3

BAB 3 Mengenal Mu'amalah Tata Laku Bertindak dan Bergerak
a. Ibadah mahdloh
b. Ibadah Ghoir mahdloh
b. Ibadah Haq

=====

Mengenal Mu'amalah Tata Laku Bertindak dan Bergerak

Muamalah adalah hubungan antar manusia, hubungan sosial, atau hablum minannas. Dalam syariat Islam hubungan antar manusia tidak dirinci jenisnya, tetapi diserahkan kepada manusia mengenai bentuknya. Islam hanya membatasi bagian-bagian yang penting dan mendasar berupa larangan Allah dalam Al-Quran atau larangan Rasul-Nya yang didapat dalam As-Sunnah.

Dari segi bahasa, muamalah bersal dari kata ‘aamala, yu’amilu, mu’amalat yang berarti perlakuan (tata laku) atau bergerak dalam tindakan terhadap orang lain, hubungan kepentingan (seperti jual-beli, sewa dsb). Sedangkan secara terminologis muamalah berarti bagian hukum amaliah selain ibadah yang mengatur hubungan orang-orang mukallaf antara yang satu dengan lainnya baik secara individu, dalam keluarga, maupun bermasyarakat.

Berbeda dengan masalah ibadah, ketetapan-ketetapan Allah dalam masalah muamalah terbatas pada yang pokok-pokok saja. Penjelasan Nabi, kalaupun ada, tidak terperinci seperti halnya dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, bidang muamalah terbuka sifatnya untuk dikembangkan melalui ijtihad. Kalau dalam bidang ibadah tidak mungkin dilakukan modernisasi, maka dalam bidang muamalah sangat memungkinkan untuk dilakukan modernisasi.

a. Pengertian ibadah mahdloh dan ghoir mahdloh.

1. Ibadah Mahdloh

Menurut bahasa, mahdhah memiliki arti 'murni' atau 'tak bercampur'. Sedangkan ghairu mahdhah memiliki arti 'tidak murni' atau 'bercampur dengan yang lain'.

Ibadah mahdloh adalah ibadah/penghambaan seorang manusia yang langsung berbuat 'baik' kepada Alloh sang pencipta. 

2. Ibadah Ghoer Mahdloh, yaitu ibadah yang sudah tercampur tidak langsung berbuat 'baik' kepada Alloh, melainkan ibadah/penghambaan dengan cara berbuat kepada sesama makhluk.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia akan selalu membutuhkan pertolongan dari manusia lainnya. Hal ini karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam syariat Islam, hubungan antar manusia dengan manusia disebut sebagai muamalah.

Arti muamalah dalam Islam adalah suatu kegiatan yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan tata cara hidup hidup sesama umat manusia untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Sedangkan, yang termasuk dalam kegiatan muamalah di antaranya ialah jual beli, sewa menyewa, utang piutang, dan lain sebagainya.

b. Bentuk-bentuk ibadah mahdloh dan ghoir mahdloh.

1. Bentuk ibadah mahdloh berupa berbuat 'baik' yang langsung kepada Alloh, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan banyak kaum muslimin menganggap bahwa ibadah mereka adalah ibadah yang masuk ke dalam kelompok ibadah mahdhah.

Alloh TWT berfirman, QS. Al-Baqoroh: 21-21:

 يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ ۙ ‏

Artinya: "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً وَّاَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخۡرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزۡقًا لَّـكُمۡ‌ۚ فَلَا تَجۡعَلُوۡا لِلّٰهِ اَنۡدَادًا وَّاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya "(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

2. Bentuk ibadah ghoer mahdloh berupa berbuat baik kepada sesama makhluk atas dasar beribadah kepada Alloh, diantaranya saling tolong menolong (dalam ketakwaan), tidak memalingkan wajah, tidak berjalan dengan sombong.

Berkaitan dengan tolong menolong dalam ketakwaan, Alloh TWT berfirman, QS. Al-Maidah:2 :

 وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ‌ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ

Artinya: "... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya."

Adapun ayat yang berkenaan dengan tidak diperbolehkannya memalingkan muka, adalah firman Alloh TWT dalam QS. Lukman: 18-19

 وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ

ِArtinya: "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."

وَاقۡصِدۡ فِىۡ مَشۡيِكَ وَاغۡضُضۡ مِنۡ صَوۡتِكَ‌ؕ اِنَّ اَنۡكَرَ الۡاَصۡوَاتِ لَصَوۡتُ الۡحَمِيۡرِ

Artinya: "Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Dari uraian di atas, maka dapatlah diketahui bahwa aqidah mu'amalah merupakan aqidah/ikatan atau keyakinan yang kuat pada diri seseorang terhadap apa yang diyakini tentang keberadaan Alloh yang patut disembah dan diibadahi dalam kehidupan ini dengan tidak meninggalkan berbuat baik kepada sesama makhluknya.

 c. Ibadah Haq

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ibadah adalah bentuk perbuatan baik kepada Alloh dan kepada sesama makhluk, tetapi kedua-keduanya adalah merupakan perintah Alloh kepada kita sebagai makhluknya. Maka ibadah yang hak adalah beribadah kepada Alloh karena Alloh, dan beribadah dengan berbuat baik kepada sesama juga karena Alloh.

Perkataan atau perbuatan dalam ibadah terhadap sesama makhluk asalnya bukanlah ibadah. Akan tetapi, statusnya dapat berubah menjadi ibadah jika melihat dan menimbang niat orang yang melaksanakannya. Sejatinya niat berbuat baik adalah karena Alloh, dengan harapan mendapatkan keridoan dan pahala atas kebaik, dan mendapatkan ampunan atas kekhilafan, dosa dan kesalahan.

Aqidah 11.2

 BAB 2 Mengenal Makhluk-makhluk Alloh

a. Malaikat
b. Manusia dan Jin
c. Iblis
d. Syetan

======== 

Mengenal Makhluk-makhluk Alloh.

Berikut adalah makhluk-makhluk Alloh beserta asal penciptaannya.

a. Malaikat dari cahaya

خلقت الملآئكت من نور وخلق الجان من مارج من نار وخلق ادم  مما وصف لكم ( رواه البخاري )

“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Muslim dan Aisyah).

a. Malaikat dalam Alquran

    Albaqarah: 285 

اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ‌ ۚ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا‌ ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ

Aamanar-Rasuulu bimaaa unzila ilaihi mir-Rabbihii walmu'minuun; kullun aamana billaahi wa Malaaa'ikathihii wa Kutubhihii wa Rusulih laa nufarriqu baina ahadim-mir-Rusulihii wa qooluu sami'naa wa ata'naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-masiir

285. Beriman Rasul (Muhammad) kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman (kepada rasul yang lain yang ada sebelumnya). Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."

    QS AT Tahrim 6

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ

Yaaa ayyuhal laziina samanuu quuu anfusakum wa ahliikum naaranw waquudu han naasu wal hijaaratu 'alaihaa malaaa'ikatun ghilaazun shidaadul laa ya'suunal laaha maa amarahum wa yaf'aluuna maa yu'maruun

6. "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

    Q.S An-Nisa’ ayat 136:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ مِنۡ قَبۡلُ‌ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيۡدًا

Yaaa aiyuhal laziina aamanuuu aaminuu billaahi wa Rasuulihii wal Kitaabil lazii nazzala 'alaa Rasuulihii wal Kitaabil laziii anzala min qabl; wa mai yakfur billaahi wa Malaaa'ikatihii wa Kutubihii wa Rusulihii wal Yawmil Aakhiri faqad dalla dalaalam ba'ii

136. "Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh."

b. Malaikat-malaikat Alloh dan tugas-tugasnya

No
Nama Malaikat
Tugas
1
Jibril
Menyampaikan wahyu
2
Mikail
Membagi rejeki
3
Izrail
Pencabut nyawa
4
Israfil
Peniup sangkakala
5
Raqib
Pencatat amal baik
6
Atid
Pencatat amal jelek
7
Munkar
Penanya orang mati
8
Nakir
Penanya orang mati
9
Malik
Penjaga neraka
10
Ridwan
Penjaga surga

b. Manusia dan Jin

    a. Manusia

QS. Shad: 71

 اِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ خَالِـقٌ ۢ بَشَرًا مِّنۡ طِيۡنٍ

Idz qoola Rabbuka lilmalaaa'ikati innii khaaliqum basharam min tiin

71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.

    Manusia dengan sebutannya.

    Manusia disebut dengan berbagai macam nama sesuai dengan karakternya, yaitu:

    - An-nas, artinya lupa

    - Manus, artinya dibetahkan (betah)

              - Insan, (yang lupa atau yang betah?)

              - Anam (yang tidur)

    - Basyar (berita gembira), -membawa berita gembira, menerima berita gembira, [kabar gembira]

  b. Jin

Jin adalah manusia yang sudah meninggal dan berada di alam ruh, selama engkau manusia menyebutnya sebagai makhluk jahat manakala disatukan oleh Alloh TWT (Tabaraka wa Ta'ala). Namun apabila engkau manusia menyebutnya sebagai makhluk baik, maka ia bisa menjadi malaikat hafadzah, bagi orang yang didatanginya.

 c. Iblis dan Syetan 

Iblis dan syetan bisa dianggap sebagai makhluk yang terpisah, tapi bisa juga dianggap sebagai makhluk yang sama. Bahkan iblis juga bisa digolongkan sebgai jin.

Iblis adalah syetan

Iblis dan syetan adalah makhluk yang sama. Hal ini sebagaimana dapat ditemukan dalam firman Alloh TWT, QS. Al-A'raf, 11 :

 وَلَقَدۡ خَلَقۡنٰكُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنٰكُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ‌ ۖ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ لَمۡ يَكُنۡ مِّنَ السّٰجِدِيۡنَ

Wa laqad khalaqnaakum summa sawwarnaakum summa qulnaa lilmalaaa'ikatis juduu li Aadama fa-sajaduuu illaaa Ibliisa lam yakum minas saajidiin

11. Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.


‌قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسۡجُدَ اِذۡ اَمَرۡتُكَ‌ ؕ قَالَ اَنَا خَيۡرٌ مِّنۡهُ‌ ۚ خَلَقۡتَنِىۡ مِنۡ نَّارٍ وَّخَلَقۡتَهٗ مِنۡ طِيۡنٍ

Qoola maa mana'aka allaa tasjuda iz amartuka qoola ana khairum minhu khalaqtanii min naarinw wa khalaqtahuu min tiin

12. (Allah) berfirman, [Kepada makhluknya yang tidak bersujud: iblis] "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

>>>> iblis menjadi syetan

 وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡٓا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى وَاسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ

Wa iz qulnaa lilmalaaa'i katis juduu liAadama fasajaduuu illaaa Ibliisa abaa wastakbara wa kaana minal kaafiriin

34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.

وَقُلۡنَا يٰٓـاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ

Wa qulnaa yaaa Aadamus kun anta wa zawjukal jannata wa kulaa minhaa raghadan haisu shi'tumaa wa laa taqabaa haazihish shajarata fatakuunaa minaz zaalimiin

35. Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!"

فَاَزَلَّهُمَا الشَّيۡطٰنُ عَنۡهَا فَاَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيۡهِ‌ وَقُلۡنَا اهۡبِطُوۡا بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيۡنٍ

Fa azallahumash Shaitaanu 'anhaa fa akhrajahumaa mimmaa kaanaa fii wa qulnah bituu ba'dukum liba'din 'aduwwunw wa lakum fil ardi mustaqarrunw wa mataa'un ilaa hiin

36. Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنۡ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ‏

Fatalaqqooa Aadamu mir Rabbihii Kalimaatin fataaba 'alayh; innahuu Huwat Tawwaabur Rahiim

37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

[]Iblis yang sakit hati, setan yang memperdayakan; Karena setan ini adalah iblis[] 

Iblis adalah syetan

 وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ كَانَ مِنَ الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهٖؕ اَفَتَـتَّخِذُوۡنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗۤ اَوۡلِيَآءَ مِنۡ دُوۡنِىۡ وَهُمۡ لَـكُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ لِلظّٰلِمِيۡنَ بَدَلًا

Wa iz qulnaa lilma laaa'ikatis juduu li Aadama fasajaduuu illaaa Ibliisa kaana minal jinni fafasaqa 'an amri Rabbih; afatattakhizuunahuu wa zurriyatahuuu awliyaaa'a min duunii wa hum lakum 'aduww; bi'sa lizzaalimiina badalaa

50. "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zhalim."

Aqidah 11.1

BAB 1 Mengenal Alloh melalui Sifat-sifatNya
a. Pengertian ilmu aqidah / tauhid
b. Sifat-sifat wajib Alloh dan Sifat-Sifat MustahilNya
c. Sifat Jaiz Alloh (Wenang)

=========

a. Pengertian ilmu aqidah / tauhid

    Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian aqidah atau yang terserap ke dalam aqidah adalah basic belief atau keyakinan dasar. Menurut ajaran Islam, pemahaman Aqidah seseorang harus bersumber dari Al-Quran dan hadits.
Aqidah bisa diartikan sebagai iman. Pemahaman seseorang tentang Aqidah merupakan dasar atau landasan dalam menjalankan ajaran Islam. 
    Aqidah atau keyakinan yang merupakan landasan utama adalah menyakini bahwa Alloh itu satu. Meyakini bahwa Alloh itu satu, dalam ilmu aqidah disebut dengan tauhid.
Tauhid adalah aqidah bawaan manusia. Allah telah menciptakan manusia memiliki fitrah beriman kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya. Manusia itu dilahirkan dalam keadaan mengimani keberadaan Allah bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia, dan tidak ada Tuhan selain Dia.
    Dengan mempelajari ilmu aqidah, membuka wawasan umat Muslim tentang cara meningkatkan keimanan dalam beragama. Salah satu ilmu aqidah yang penting untuk dipelajari adalah tauhid. Arti tauhid diketahui sebagai ilmu yang mempelajari tentang sifat keesaan Allah. Dengan makna Allah itu satu, Dzat yang memiliki segala kesempurnaan dan tidak ada satu pun yang bisa menggantikannya.
    Selain itu, arti tauhid juga dipahami sebagai sikap meyakini bahwa Allah Maha Suci yang tidak memiliki kekurangan sedikit pun, seperti yang dimiliki oleh makhluk hidup ciptaannya. Bukan hanya itu, mempelajari arti tauhid juga termasuk meyakini kebenaran seluruh ajaran Allah yang diturunkan dan disebarkan oleh para Rasul-Nya.
b. Sifat-sifat wajib Alloh dan Sifat-Sifat MustahilNya
1. Sifat Wajib ada 20 Sifat, yaitu:
وجود (Wujud) artinya Ada
قدم (Qidam) artinya Terdahulu (Tiada Permulaan)
بقاء (Baqo) artinya Kekal (Tiada Keberakhiran)
مخالفة للحوادث (Mukholafah Lil Hawaditsi) artinya Berbeda dengan yang baru/makhluk
قيامه بنفسه (Qiyamuhu Binafsihi) artinya Berdiri Sendiri
وحدانية (Wahdaniyah) artinya Sendiri, Tunggal, Esa
قدرة (Qudrot) artinya Kuasa/Mampu/Bisa
ارادة (Irodah) artinya Berkehendak
علم ('Ilmu) artinya Tahu (Berpengetahuan)
حياة (Hayat) artinya Hidup
سمع (Sama') artinya Mendengar
بصر (Bashor) artinya Melihat
كلام  (Kalam) artinya Bicara
قديرا  (Qodiron) artinya -- Yang Kuasa, Yang Mampu, Yang bisa
مريدا (Muridan) artinya -- Yang Berkehendak
عالما ('Aliman) artinya -- Yang Tahu (Mengetahui)
حيا (Hayyan) artinya -- Yang Hidup
سميعا (Sami'an) artinya -- Yang Mendengar
بصيرا (Bashiron) artinya -- Yang Melihat
متكلما (Mutakaliman) artinya -- Yang Berbicara
2. Sifat Mustahil ada 20 Sifat, yaitu:
عدم ('adam) artinya tiada
حدوث (huduts) artinya baru
فناء (fana) artinya rusak
مماثلة للحوادث (mumaatsalah lilwahaditsi) artinya serupa dengan yang baru
قيامه بغيره _ احتياجه الى غيره (qiyamuhu bighoerihi/ihtiyajuhu ilaa ghoerihi) artinya berdirinya oleh orang lain, atau butuh kepada yang lain
تعدد (ta'addud) artinya berbilang
عجز ('ajuz) artinya lemah
كراهة (karohah) artinya terpaksa ()
جهل (jahl) artinya bodoh
موت (maot) artinya mati
صمم (shomam) artinya tuli
عمى ('ama) artinya buta
بكم (bakam) artinya bisu
عاجزا ('ajizan) artinya -- yang lemah
كارها (kaarihan) artinya -- yang merasa terpaksa
جاهلا (jaahilan) artinya -- yang bodoh
ميتا (mayyitan) artinya -- yang mati
اصم (shomam) artinya -- yang tuli
اعمى (a'maa) artinya -- yang buta
ابكم (abkam) artinya-- yang bisu

c. Sifat-sifat Jaiz Alloh

Sifat jaiz Allah artinya sifat yang boleh ada atau tidak ada pada Allah SWT. Dengan sifat ini, Allah boleh melakukan segala sesuatu yang mungkin terjadi sesuai dengan kehendak-Nya.
Mengimani sifat jaiz Allah ini hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim dan dapat dilakukan dengan senantiasa percaya sepenuh hati bahwa Allah boleh berbuat sesuatu atau tidak.

Sifat Jaiz Allah Hanya Satu

Sifat jaiz Allah ini hanya ada satu yakni fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu atau Allah itu mungkin berbuat segala sesuatu atau mungkin meninggalkannya (tidak berbuat). Oleh karena itu, Allah memiliki kebebasan berbuat atau meninggalkan tanpa ada yang memaksa.

Untuk memahami sifat jaiz pada Alloh ini, maka kita dapat menemukannya di dalam kehidupan, misalnya:

Ada dua orang yang memakan makanan pedas, padahal sebelumnya sudah diperingatkan bahwa memakan makanan pedas bisa menyebabkan sakit perut. Kemudian, dari kedua orang tersebut ternyata salah satunya mengalami sakit perut sementara yang lain tidak mengalaminya. Dari kejadian ini secara aqidah, meyakini bahwa Alloh boleh berbuat dan boleh juga tidak; dan secara tauhid, bahwa Alloh tetaplah satu, tidak ada sekutu bagiNya. Dari keadaan orang yang sama-sama memakan makanan pedas namun kemudian mengalami kejadian yang berbeda tidak menunjukan kepada adanya dua tuhan, tapi hal ini terjadi karena Alloh mempunyai sifat jaiz, boleh berbuat boleh tidak berbuat. 

cara-cara yang dapat dilakukan seorang hamba untuk beriman terhadap sifat jaiz Allah antara lain adalah:

  1. Tidak menyekutukan Allah.
  2. Yakin terhadap semua yang ada di alam semesta adalah ciptaan Allah semata.
  3. Takut berbuat dosa, karena Allah pasti akan membalasnya.
  4. Tidak sombong terhadap apa yang dimiliki karena Allah bisa saja mengambilnya kapan pun.
  5. Tidak berbuat gegabah dan selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu, jangan sampai mendekati larangan-Nya.


 

Daftar pustaka:

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Sabtu, 24 Februari 2024

Materi Kepesantrenan Kelas 11

KELAS 11
BAB 1 Mengenal Alloh melalui Sifat-sifatNya
a. Pengertian ilmu aqidah / tauhid
b. Sifat-sifat wajib Alloh dan Sifat-Sifat MustahilNya
c. Sifat Jaiz Alloh (Wenang)

BAB 2 Mengenal Makhluk-makhluk Alloh
a. Malaikat
b. Manusia dan Jin
c. Iblis
d. Syetan
a. Ibadah mahdloh
b. Ibadah Ghoir mahdloh
b. Ibadah Haq

Catatan Siswa Kelas 10, Bab 3